Sabtu, 10 September 2011
kepergiaanmu..
Sayup-sayup terdengar suaramu
Samar kulihat di depan sana ada bayangmu
Perlahan, dan lenyap dalam sekejap mata
Kini tinggallah aku sendiri
Kembali menapaki jalan yang sepi
Apa kau masih bisa rasakan semua kenangan yang kau tinggalkan ?
Apa kau masih bisa merangkai potongan kisah yang kau sisakan ?
Kau sudah memilih jalannya,
Dan hati pun tiada bisa dipaksa.
Terima kasih sayang..
Kau telah menghiasi hari-hariku.
Walau kutahu waktu tak akan bisa membawamu kembali.
Aku akan tetap di sini,
Menatap langit hampa.
Udara pagi menyeruak masuk ke dalam kamar.
Lewat celah-celah sempit kaca jendela yang terpatung di dinding itu.
Dentang jam kian lama terasa sendu,
Seiring kepergianmu itu.
Mentari tak lagi bersinar cerah seperti dulu,
Seperti saat hangatnya bersama dirimu.
Hanya penyesalan yang ada,
Dengan tanya yang menyiksa akan cinta yang tak pernah nyata..
Samar kulihat di depan sana ada bayangmu
Perlahan, dan lenyap dalam sekejap mata
Kini tinggallah aku sendiri
Kembali menapaki jalan yang sepi
Apa kau masih bisa rasakan semua kenangan yang kau tinggalkan ?
Apa kau masih bisa merangkai potongan kisah yang kau sisakan ?
Kau sudah memilih jalannya,
Dan hati pun tiada bisa dipaksa.
Terima kasih sayang..
Kau telah menghiasi hari-hariku.
Walau kutahu waktu tak akan bisa membawamu kembali.
Aku akan tetap di sini,
Menatap langit hampa.
Udara pagi menyeruak masuk ke dalam kamar.
Lewat celah-celah sempit kaca jendela yang terpatung di dinding itu.
Dentang jam kian lama terasa sendu,
Seiring kepergianmu itu.
Mentari tak lagi bersinar cerah seperti dulu,
Seperti saat hangatnya bersama dirimu.
Hanya penyesalan yang ada,
Dengan tanya yang menyiksa akan cinta yang tak pernah nyata..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar